peuyeum
Peuyeum atau tapai dalam Bahasa Indonesia adalah makanan khas orang Sunda. Orang sering mengait-ngaitkannya dengan Kota Bandung. Penganan ini kemudian sering disebut peuyeum Bandung hingga muncul sebuah lagu khusus mengenai peuyeum. Judulnya adalah Peuyeum Bandung.
Peuyeum yang sudah dikenal ada dua macam, yakni peyeum yang terbuat dari singkog dan peuyeum yang terbuat dari beras ketan. Peuyeum yang biasa dikenal di Bandung adalah peuyeum yang terbuat dari singkong. Adapun yang terbuat dari ketan banyak yang menjualnya di daerah Kuningan.
Peuyeum di Bandung biasa dijual di tempat oleh-oleh seperti dekat terminal Leuwipanjang, dan Cicaheum. Penjual oleh-oleh juga ada di Pasar Baru, Pasar Kosambi, di Jalan Kebun Kawung dan stasiun kereta api. Peuyeum juga sampai sekarang masih ada penjual yang dipikul, berkeliling ke perumahan-perumahan. Tapi itu sudah jarang dan hanya terlihat di pinggiran kota.
Peuyeum biasanya dijajakan bergelantungan di bagian depan kedai atau warung oleh-oleh. Peuyeum biasanya dijual perikat atau per kilo. Harganya berkisar Rp 10.000 hingga Rp 15.000. Tetapi biasanya bisa ditawar. Tinggal pandai-pandainya pembeli menawar harga peuyeum tersebut.
Peuyeum bisa dibuat sendiri di rumah. Namun rasanya belum tentu selezat peuyeum yang dibeli. Peuyeum-peuyeum yang dijual ada yang didatangkan dari Dusun Babakan, Dusun Panyandaan, Dusun Mandala, dan Dusun Cipaheut, di Desa Cimenyan, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung.
Peueyum adalah singkong yang telah dikupas kemudian dibaluri ragi tapai (Saccharomyces cerevisiae). Tapai sebelum diragi dikukus atau rebus. Setelah itu disimpan kurang lebih 2 hingga 3 hari dalam tempat yang hangat. Untuk menjaga kehangatan peuyeum yang sudah jadi dibungkus menggunakan daun pisang.
Dikutip dari : www.serbabandung.com
Komentar
Posting Komentar